Arsenal Dihukum Penalti Saat Melawan Everton, Keputusan Tepat?

Pertandingan antara Everton dan Arsenal, berakhir dengan skor imbang 1-1, diwarnai oleh keputusan penalti kontroversial yang diberikan kepada Everton.

Arsenal Dihukum Penalti Saat Melawan Everton, Keputusan Tepat?

Penalti tersebut menjadi perdebatan sengit di kalangan penggemar dan pengamat sepak bola, memicu pertanyaan apakah keputusan wasit sudah tepat atau justru merugikan Arsenal. Ikuti terus pembahasan menarik dari kami tentang sepak bola internasional dan tentunya telah kami rangkum di FOOTBOLSTOCK.

tebak skor hadiah pulsa

Kabar Gembira bagi pecinta bola, khususnya Timnas Garuda. Ingin tau jadwal timnas dan live streaming pertandingan timnas? Segera download!

Insiden Penalti dan Reaksi

Pada menit ke-49 dalam pertandingan antara Everton dan Arsenal pada 5 April 2025, terjadi momen krusial yang memicu kontroversi besar. Myles Lewis-Skelly, pemain muda Arsenal, dianggap melakukan pelanggaran terhadap Jack Harrison di dalam kotak penalti. Wasit Darren England tanpa ragu menunjuk titik putih, sebuah keputusan yang langsung memicu perdebatan di antara para pemain, staf pelatih, dan penonton di stadion Goodison Park.

Ketegangan semakin meningkat ketika keputusan tersebut dikonfirmasi oleh Video Assistant Referee (VAR), yang semakin memperkuat keyakinan wasit terhadap pelanggaran yang terjadi. Keputusan penalti tersebut disambut dengan reaksi beragam dari berbagai pihak. Di kubu Everton, para pemain dan pendukung bersorak gembira, melihatnya sebagai peluang emas untuk menyamakan kedudukan dan meraih poin penting di kandang sendiri.

Iliman Ndiaye, dengan tenang dan percaya diri, berhasil mengeksekusi penalti tersebut, mengubah skor menjadi 1-1 dan membangkitkan semangat tim Everton. Sebaliknya, para pemain dan pendukung Arsenal menunjukkan kekecewaan dan kemarahan yang mendalam. Mereka merasa bahwa Lewis-Skelly tidak melakukan pelanggaran yang cukup signifikan untuk dihukum dengan penalti, dan bahwa keputusan wasit terlalu berat sebelah.

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Opini Para Ahli dan Mantan Pemain

Opini Para Ahli dan Mantan Pemain

Mantan pemain Arsenal dan Everton, Martin Keown, menyatakan keraguannya mengenai adanya kontak yang cukup untuk memberikan penalti dalam laga Arsenal melawan Everton. Keown berpendapat bahwa meskipun Lewis-Skelly mencoba menghalangi bola dengan tubuhnya, ia tidak yakin ada pelanggaran yang jelas. Keown juga mengkritik Lewis-Skelly karena menempatkan dirinya dalam posisi yang sulit.

Ia menyarankan agar pemain muda itu seharusnya berusaha untuk menghalau bola daripada terlibat kontak fisik dengan Harrison. Mantan wasit Premier League, Mike Dean, mengakui bahwa penalti tersebut “lunak,” dengan menyatakan bahwa ada sedikit kontak di luar dan di dalam kotak penalti.

Meskipun demikian, Dean memahami mengapa wasit memberikan penalti tersebut dalam kecepatan waktu nyata. Dean menjelaskan bahwa keputusan tersebut bisa saja berorientasi berbeda, tetapi ia merasa bahwa wasit tidak sepenuhnya salah dalam memberikan penalti.

Baca Juga: Erling Haaland Absen Pada Derby Manchester, Peluang Besar Bagi MU

Dampak Pada Klasemen dan Peluang Arsenal

Hasil imbang 1-1 antara Everton dan Arsenal memberikan keuntungan besar bagi Liverpool dalam perburuan gelar Liga Premier. Arsenal kini tertinggal 11 poin di belakang Liverpool dengan tujuh pertandingan tersisa, membuat tugas mengejar pemimpin klasemen menjadi semakin sulit. Liverpool memiliki kesempatan untuk memperlebar jarak menjadi 14 poin jika mereka mengalahkan Fulham.

Dengan hasil imbang ini, peluang Arsenal untuk meraih gelar juara Liga Inggris semakin kecil. Menurut superkomputer Opta, peluang Arsenal untuk memenangkan gelar hanya sebesar 0.40% setelah pertandingan melawan Everton. Hasil ini juga menyoroti bahwa Arsenal telah kehilangan poin dalam tujuh pertandingan Premier League meskipun memimpin, lebih banyak dari tim lain.

Mikel Arteta, manajer Arsenal, merasa sangat frustrasi dengan hasil imbang tersebut dan keputusan penalti yang dianggap kontroversial. Ia menyatakan bahwa timnya telah mengendalikan pertandingan dan seharusnya tidak dihukum dengan penalti yang mengubah jalannya pertandingan. Arteta juga mengakui bahwa timnya tidak memiliki margin kesalahan dalam perburuan gelar.