Kasus dugaan pelanggaran finansial yang menjerat Manchester City masih menjadi topik hangat di Liga Inggris. Sejak Februari 2023, klub tersebut didakwa melakukan sejumlah pelanggaran serius terkait aturan keuangan Premier League. Proses hukum pun berjalan panjang, termasuk sidang selama 10 pekan pada September 2024 sebelum dinyatakan selesai pada Desember.

Namun hingga kini, keputusan dari Komisi Independen belum juga diumumkan. Ketidakpastian ini membuat banyak spekulasi bermunculan, termasuk kemungkinan sanksi berat yang bisa memengaruhi perolehan gelar juara di musim-musim sebelumnya. Meski belum ada kepastian, diskusi mengenai dampaknya terus bergulir.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Situasi ini juga mengingatkan kembali pada persaingan sengit antara Manchester City dan Liverpool dalam beberapa musim terakhir. Di bawah asuhan Jurgen Klopp, Liverpool dua kali finis sebagai runner-up di belakang City dengan selisih poin yang sangat tipis.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Liverpool dan Gelar yang Nyaris Direbut
Selama sembilan musim menangani Liverpool, Klopp hanya sekali meraih trofi Premier League. Dua musim lainnya, yakni 2018/19 dan 2021/22, berakhir dengan kekecewaan meski tim tampil luar biasa. Pada 2018/19, Liverpool mengumpulkan 97 poin, jumlah tertinggi dalam sejarah liga untuk tim yang tidak menjadi juara.
Musim 2021/22 pun tak kalah dramatis. Liverpool meraih 92 poin, tetapi kembali harus puas di posisi kedua. Di kedua musim tersebut, Manchester City tampil konsisten hingga pekan terakhir dan berhasil mengamankan gelar.
Kini, dengan adanya dugaan pelanggaran finansial, muncul pertanyaan apakah gelar-gelar tersebut bisa saja dicabut. Jika itu terjadi, bukan tidak mungkin Liverpool berpotensi “mewarisi” trofi yang dulu lepas dari genggaman mereka.
Baca Juga: Victor Osimhen Bangga Galatasaray Singkirkan Juventus di Liga Champions
Prediksi Sanksi yang Mengejutkan

Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, memberikan gambaran soal potensi sanksi yang bisa dijatuhkan. Ia membandingkan kasus ini dengan sanksi yang pernah diterima Everton dan Nottingham Forest, yang mendapat pengurangan poin akibat pelanggaran aturan keuangan.
Menurut Maguire, skala pelanggaran yang dituduhkan kepada Manchester City jauh lebih besar karena mencakup periode sembilan tahun. Jika mengikuti preseden sebelumnya, ia memperkirakan pengurangan poin bisa mencapai antara 40 hingga 60 poin.
Selain pengurangan poin, kemungkinan pencabutan gelar juga sempat dibahas. Namun, banyak pengamat menilai opsi tersebut termasuk yang paling kecil peluangnya untuk diterapkan. Hingga keputusan resmi diumumkan, semua masih sebatas spekulasi.
Klopp dan Rencana Pesta di Mallorca
Jurgen Klopp pernah menanggapi kemungkinan Liverpool mewarisi gelar tersebut dengan nada santai. Dalam sebuah wawancara, ia mengaku sudah membayangkan skenario itu. Pelatih asal Jerman itu bahkan berseloroh akan menggelar pesta jika hal tersebut benar-benar terjadi.
Klopp mengatakan bahwa ia akan mengundang siapa pun yang ingin datang ke Mallorca, tempat ia sering menghabiskan waktu. Ia berjanji akan membayar bir untuk semua tamu dan mengadakan parade kecil di kebunnya sendiri sebagai bentuk perayaan.
Meski disampaikan dengan bercanda, pernyataan itu menunjukkan betapa emosionalnya persaingan antara Liverpool dan Manchester City dalam beberapa musim terakhir. Bagi Klopp dan para pendukung The Reds, dua musim tersebut akan selalu dikenang sebagai momen ketika mereka hampir meraih kejayaan tertinggi di Liga Inggris. Selalu ikuti informasi terupdate dan terpercaya yang telah kami rangkum seputar sepak bola menarik lainnya hanya di footbolstock.com.
